Kamis, 05 Juli 2012

[Essai]PUDARNYA PILAR PEMIMPIN BANGSA

Diposting oleh Unknown di 07.06

“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi,satu orang anak muda dapat mengubah dunia.”
Masyarakat awam tentunya tidak asing lagi dengan kalimat tersebut.Apalagi para nenek  moyang pejuang bangsa yang hidup pada era kemerdekaan hingga berakhirnya rezim Bung Karno.
Potret para  penerus perjuangan bangsa itu ternyata hanya menjadi semboyan belaka.
Satu orang anak muda dapat mentransfer arus free sex.
Satu orang anak muda dapat menyapu bersih kebudayaan Indonesia.
Satu orang anak muda dapat mencetak puluhan narkotika.
Kehormatan sosok pemuda yang merupakan cikal bakal bangsa tersebut akhirnya ternodai.Lantunan sajak indah Chairil Anwar tergantikan dengan gemblengan drum yang keras diiringi dengan syair-syair pemanggil setan.Beribu coretan pena Pramoedya Ananta Toer kini musnah ditelan jepretan-jepretan tang an jahil pemuas nafsu.
Gemerlap lampu kelap-kelip ditempat yang berjulukan ‘Club’ itu ternyata lebih mempesona ketimbang gedung-gedung sederhana yang berisikan barang-barang kuno.
Film-film penggairah nafsu berkedok misteri pun lebih dihalalkan oleh pemerintah daripada dokumenterisasi G 30 S/PKI.
Inilah potret kekinian masa depan Indonesia diusianya yang baru mencapai satu abad lebih.
Buktinya,Indonesia menempati rangking pertama sebagai pengunduh video porno terbesar didunia,dengan indikasi mayoritas penoreh prestasi tersebut adalah segerombolan manusia yang berstatus sebagai  ‘pemuda’.
Pencapaian terbesar lain adalah setiap harinya rata-rata dua video porno berhasil diproduksi di Indonesia.Akibatnya adalah terjadi peningkatan drastic kasus sex bebas dan kehamilan tidak diinginkan di era belakangan ini.Dengan latar belakang Negara Islam,rasa malu menjadi hal yang tabu di kalangan pemuda Indonesia.
Lihat saja kasus video porno dua orang artis muda Indonesia dipertengahan tahun 2008 dianggap sebagai hal yang wajar diera globalisasi.Gambar-gambar dua orang insan sedang bermesuman yang beredar bebas di internet dianggap sebagai tren,bahkan tak sedikit yang mengatakannya sebagai  seni.
‘Seni menjual identitas bangsa”.Itu julukan yang tepat untuk tindakan-tindakan para pemuda tunas bangsa beberapa dekade terakhir ini.
Karena kenikmatan yang tiada habis-habisnya itu,perlahan item-item budaya Indonesia berpindah tangan ke bangsa lain.
Secara tidak langsung pemuda lah yang memiliki peran besar atas transaksi jual-beli budaya ini.
Diawal tahun 2000-an atau yang khas disebut zaman millennium,pemuda Indonesia membeli budaya hidup hedonisme dari bangsa Malaysia yang saat itu sedang gentar-gentarnya di pengaruhi oleh kebudayaan barat.Sebagai gantinya sekarang Indonesia menjual budaya tarian lokal kepada Malaysia yang notabene mulai miskin budaya.
Bukan bermaksud menyalahkan para pemuda Indonesia seutuhnya.Memang tidak semua pemuda akan melakukan hal dan aksi yang sama.Tapi hasil penelitian dari sebuah lembaga riset ibukota mengatakan bahwa 66% remaja putri Indonesia sudah kehilangan virginity-nya dan 50% pemuda Indonesia terbukti telah melakukan seks bebas.Itu jelas-jelas membuktikan bahwa persentase pemuda lebih major dalam mengukir pretasi di bidang seks ketimbang yang dewasa.
Indonesia tidak bisa disamakan dengan Amerika Serikat yang membiarkan remaja putrinya menempati angka kehamilan tertinggi setiap tahunnya.
Perilaku non-sunnah rasul ini telah mencoreng identitas bangsa sebagai Negara dengan penduduk muslim terbanyak didunia yang menganut east culture.
Tapi bukan tidak mungkin semua prestasi-prestasi mengecewakan itu diganti dengan nilai-nilai asli Indonesia yang lambat laun mulai memudar.
Banyak hal yang dapat kita tiru dari pemuda bangsa barat untuk memajukan bangsanya.Tapi tidak sedikit juga yang harus kita saring untuk dijadikan gaya hidup.
Ingatlah akan semboyan yang pernah diucapakn Bung Karno tersebut.Maju terus pemuda Indonesia

Oleh:Duma Sarah,pelajar kelas XI SMA N Modal Bangsa Banda Aceh.

0 komentar:

Posting Komentar

 

duuma"s happy thinking Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review