Kamis, 08 Desember 2011

Diary Depresiku--created by duma_sarahh

Diposting oleh Unknown di 08.13 0 komentar
Rangga.Begitu teman-teman memanggilku.Aku anak sulung dari dua bersaudara.Ku rasa hidupku amat lengkap.Papaku bekerja sebagai staff manager disalah satu Perusahaaan Rokok terkenal di Indonesia.Sementara Mama,dulunya nekerja sebagai karyawan di salah satu Perusahaan Advertaizing di Jakarta.Tapi minggu lalu Mama baru aja resign dari perusahaan,alasannya sih biara lebih fokus ngurusin adik-adikku yang masih kecil.
Pagi ini,seperti pagi-pagi biasanya.Aku berangkat ke sekolah.Pulang dari sekolah,latihan basket,dan terakhir balik ke rumah.
Niat awalnya sih ,mau ke dapur untuk minum air mineral,Tapi suara dari kamar utama memecah keheningan malam.Aku lalu segera menuju ke situ.
    “Cringgg!!!...”
Nggak lama,terdengar seperti suara vas bunga yang pecah dari arah kamar utama.Ternyata Mama dan Papa.Mereka lagi asyik-asyiknya bertengkar dan nggak sadar kalau udah ngebangunin anak-anaknya.
     “Aku mau kita cerai!Istri macam apa kamu,nggak bisa percaya sama suami.”terdengar suara Papa seperti harimau yang sedang marah.
Papa lalu keluar dari kamar.Tanpa pamit dan ngucapin sepatah katapun ke aku dan adik-adikku,Papa langsung pergi dengan mobil barunya.
      “Eh,kalian tidur sana,gih!Nggak boleh ikut campur urusan orang dewasa.”kataku menyuruh kedua adik perempianku untuk kembalinya ke kamarnya.
Beberapa menit setelah suasana hening,aku mulai bicara sama Mama.
       “Ma…!”
       “Tinggalin Mama sendiri,Angga!”
Mungkin Mama lagi nggak mau diganggu.Pikirku dalam hati.
***
Besok paginya,ada yang sedikit berbeda.Suasana rumah yang biasanya sibuk,kini berubah jadi sepi.Mungkin karena semua nggak semangat sejak peristiwa semalam.Mama juga belum keluar dari kamarnya sejak semalam.
Tanpa pamit,aku langsung saja berangkat ke sekolah dengan angkot,yang sama sekali belum pernah ku tumpangi.
        “Tumben naik angkot!Kesambet setan apa nih?”ucap Raka,sahabatku menyindir.

Nggak lama setelah istirahat siang disekolah,aku mendapat telpon dari Nania,adik pertamaku.Nania bilang kalau rumah kami udah di sita sama pihak bank.
Terhenti aku seketika.Cobaan apa lagi ini Tuhan?kataku dalam hati.
Begitu bel sekolah berbunyi,aku segera pulang ke rumah.Latihan basket,band,dan semua kegiatan lainnya terpaksa ku cancel.
Saat aku sampai di rumah,ku lihat Mama dan adik-adikku yang sedang duduk diteras rumah dengan tas pakaian mereka.Anak mana yang tega melihat Mama dan adik-adik perempuannya yang dulu hidup dalam kemewahan,tapi sekarang harus tidur di teras rumah.
     “Ma,papa mana?
      Papa mana ma?
      Kenapa papa tega ninggalin kita dalam keadaan kayak  gini ma?”
Mama dan kedua adikku diam.Mereka tak mengucapkan sepatah kata pun.
Aku yakin ini pasti perbuatan Papa.
Dari kejadian ini,rasa benci terhadap Papa mulai tumbuh di benakku.
     “kak,mau kemana?Aku ikut ya?”ucap Gasya adik keduaku begitu aku ingin melangkahkan kaki meninggalkan rumah.
Aku dan Gasya lalu pergi ke kantor Papa.
                                                                    ***
Aku terhentik seketika.Ketika melihat Papa sedang bergandengan tangan dengan perempuan lain menuju mobil Papa.Gasya pun segera menghampiri Papa.
     “Pa..Papa,Papa pulang,pa!Kita udah di suruh keluar dari rumah.”ucap Gasya sambil menarik-narik tangan Papa.Gadis tujuh tahun itu memang belum mengerti apa yang sebenarnya sedang menimpa keluarga kami.
     “Ahh . . awas !
       Apa-apaan ini?
       Pergi sana ! Dasar gembel !”ucap Papa seolah tak kenal kepada putri kesayangannya itu.
Papa lalu segera masuk ke mobilnya bersama perempuan itu.Sementara aku tak dapat berbuat apa-apa.Aku hanya terdiam melihat perbuatan papa tersebut.
Tak lama kemudian,aku menyapa Om Ibas,teman papa yang sering berkunjung ke rumah.
     “Om ! kami butuh banget bantuan om!Tolong om!”
Dengan santai,Om ibas menjawab
      “Om Cuma ikut perintah papa mu. Oke?jangan salahkan om!”
Hari itu ,aku seperti seorang pengemis yang memita-minta.Orang –orang yang dulu ku anggap baik,tapi malah tak memperdulikan ku.
Aku dan Gasya lalu kembai ke rumah.Sepanjang perjalanan Gasya terus merengek-rengek ingin bertemu dengan papa.
        “Gasya udah dong ! Anggap aja kita nggak punya lagi papa !”ucapku sembari memegang erat tangannya.
Inikah seorang Papa yang ku kenal?Jauh berbeda dengan Papa yang dulu.Yang selalu bercanda dengan aku dan adik-adikku di akhir pecan,selalu membawa kami berlibur ke tempat-tempat yang menarik setiap libur semester dan tak pernah sedikitpun memarah-marahi Mama.
Peristiwa itu membuatku semakin membenci Papa.Aku dan Gasya lalu kemabli ke rumah.
       “Rangga,kamu udah jumpain Papa?”tanya Mama yang dari semalam belum mengucapkan sepatah katapun.
Aku rasanya nggak tega ngeliat Mama kalau tau Papa jalan sama wanita lain.
      “Ma,udahlah.Kita cari kontrakan aja ya…”ucapku,lalu menjinjing tas paakian.
                                                                  ***
Lelah juga ternyata nyari kontrakanyang pas dan murah di Jakarta sekarang ini.
                                                                  ***
Akhirnya dapat juga kontrakan kecil,walaupun agak dekil,seharga Rp.500.000 per bulan.
                                                                 ***
Malam harinya,ada hal yang membutaku paling sedih lagi.Selesai shalat magrib,aku liat Mamayang lagi duduk dinlantai sambil memegang dompetnya.
Nggak perlu lama mikir,aku ngerti kalau Mama nggak punya uang lagi.Semua simpanan-simpanan di Bank udah di ambil sama Papa.Fasilitas-fasilitas lainnya juga atas nama papa.
Aku lalu berfikir.Apa yang bisa aku lakukan untuk ngurangin beban Mama.Dan aku juga nggak mungkin lagi untuk melanjutkan sekolah apalgi kuliah.Untung masih ada tabungan pribadiku di Bank.Mudah-mudahan bisa meringankan beban Mama untuk beberapa hari ke depan.
                                                                 ***
Hari hari terus berlalu.
Harapanku untuk hidup dengan uang tabunganku sendiri ternyata di luar dugaan.Bukan Jakarta namanya kalau nggak keras kehidupannya.
Nggak bertahan satu minggu uang tabungan itu sudah habis.Di tambah lagi aku harus bayar uang sekolah adik-adikku.
Aku depresi.Depresi berat.Karena sebelumnya aku nggak pernah hadapi cobaan seberat ini.
Apalagi aku tinggal di lingkungan yang hampir semua remaja-remajanya rusak.Aku jadi sering bergaul sama mereka,yang hampir selalu nongkrong di pinggir jalan atau di jembatan-jembatan.
                                                                ***
Malam ini aku dan temen-temen nongkrong di pelataran jalaan utama.Nggak lama,gasya datang seperti ingin menyampaikan sebuah berita.
     “Ngaapin loe kemari?”tanyaku yang sudah terbiasa berbicara kasar dengan orang-orang.
     “Mama,kak!Nggak sadar-sadar dari kemarin.”
Aku dan Gasya lalu pulang kerumah.Ku lihat Mama yang sudah pucat pasi,badannya begitu hangat.Aku dan adik-adkku lalu duduk di sampingnya.
    “Rangga,jagain Gasya dan Nania ya…”ucap Mama pelan dan tertatih-tatih
Akhirnya Mama menghembuskan nafas terakhirnya di depan aku,Gasya dan Nania.

Hidup tidak pernah membuat kita bahagia,tapi kita sendirilah yang harus membuat hidup kita bahagia.
                                                               ***
Setelah Mama pergi ninggalin kami untuk selamanya,aku dan adik-adikku semakin berantakan.Kami nggak tinggal di kontrakan lagi,melainkan dijalanan.
Semenjak itu pula,Gasya dan Nania berhenti sekolah dan mulai nyari duit sendiri dengan ngamen atau jadi tukang sol sepatu.
                                                               ***
Hingga suatu ketika ada yang membuat hidupku berubah.Semuanya jadi indah.Waktu aku lagi ngamen di sebuah café lesehan,aku ketemu ama seorang perempuan yang ramah.Dari situ kami berkenalan dan akhirnya kami dekat.Namanya Nia.
Pernah suatu hari,Nia mengajakku ke rumahnya.Aku iri saat melihat foto-foto keluarga Nia.Semuanya lengkap.Ada Mama dan Papa.
      “Ni,ini siapa?”
Seketika aku terdiam saat melihatsebuah foto yang terpajang rapi di dinding.
       “Oh,itu Papa tiri aku.”
Nia memang sempat bercerita kalau ayah kandungnya telah meninggal saat ia berumur satu tahun.Tapi yang aku nggak habis fikir,foto Papa tirinya Nia bener-bener mirip dengan Papaku.Nggak mungkin kalau ini cuma kebetulan.
                                                                 ***
Sejak hari itu,aku mulai males komunikasi atau bertemu dengan Nia.Aku milih untuk menjauhi dia,sejak aku sadar dan ngerti,Mamanya Nia lah yang udah ngebuat keluargaku hancur.
                                                                 ***
       “Ngga,Nia nanyain loe tu!
        Loe lagi ada masalah ama dia?”tanya Riko temanku yang juga temannya Nia.
       “Males gue ama dia!Gara-gara nyokap dia,keluarga gue hancur…!”jawabku sambil menikmati sebatang rokok.
       “Kalo loe males,males aja ama bokap loe yang suka main perempuan.Nia nggak tau apa-apa,coy!Lagian bokap lu cuma bokap tirinya Nia.”kata Riko menasehati.
                                                                 ***
Malam ini,hujan turun.Dan aku nggak bisa ngumpul ama temen-temen seperti malam-malam biasanya.
Ku ambil gitar,kertas dan pulpen.Lalu duduk di bawah jembatan.
      “F . C . G .
        Yaph,selesai!”kataku dengan senang.Akhirnya akubisa juga nyiptain sebuah lagu dari pengalaman sendiri,walaupun liriknya agak sedikit pendek.Hehehe…
                                                                 ***
Suatu ketika saat aku ngamen di sebuah café bareng temen-temen,aku ketemu Papa,Nia,dan Mamanya.
     “Woi Mawardi,sialan loe ya!!!Gara-gaar loe Mama meninggal.Dan loe malah enak-enakan ama keluarga baru loe ini!!!kataku yang bertatap muka langsung dengan Papa.
Pengunjung-pengunjung lesehan itu memilih diam tak ikut campur.Istri baru Papa pun terdiam.
    “Rangga!!”ucap Nia sedih seakan dia tau isi hatiku.
Aku tak mau ambil pusing.Tak lama kemudian,aku segera pergi dari temapat tersebut.
                                                                 ***
     “Rangga?”ucap Nia yang menemuiku pada malam harinya.
     “Gue lagi nggak mau di ganggu…!”
Nia mengalah.Ia lalu membalikkan badannya pergi meninggalkanku.Dari kejauhan aku mendengar tangisan kecilnya Nia yang akhirnya berlalu di telan kesunyian malam.
Tak lama kemudian,dari arah barat Riko berlari ke arahku.
    “Woi Rangga!Bodoh lu ya…Ngapain loe nyuruh si Nia pergi?Loe nggak ingat,siapa yang pertaam kali buat loe tersenyum sejak nyokap loe meninggal?Siapa yag setiap hari nganterin makanan buat loe dan adik-adik loe?Siapa juga yang hadiahin loe gitar biar bisa ngamen nyari duit?Seiko loe Rangga,nyia-nyiain cewek sebaik Nia.Kejar dia,Rangga!Kejar!”
Aku pun segera berlari mengejar Nia yang belum jauh berjalan.Dan dari arah belakang,Riko mengikutiku.
     “Nia…!!!”teriakku kencang.
Nia berhenti berjalan dan aku segera menghampirinya.
    “Nia,gue minta maaf kalo gue udah buat loe sedih selama ini!”kataku grogi.
                                                                 ***
Keesokan harinya saat aku ngumpul bareng teman-teman,Papa dan Nia datang menemuiku.
     “Rangga…”ucap Papa dan langsung memelukku.
Papa berlutut di kakiku.Papa berkata bahwa ia sangat menyesal dengan semua perbuatannya terhadap aku,mama dan adik-adikku.
Aku melihat rasa menyesal dari raut wajah Papa.Bagaimanapun,Papa adalah orang tua kandungku,seorang manusia biasa yang tak luput dari kekhilafan.
     “Papa…”
Aku melihat wajah Papa.Lalu melihat wajah Nia.Dua orang yang ku sayang.Dan aku pun memutuskan untuk memaafkan Papa.
Lalu kami menuju ke makamnya Mama.Aku semakin tak bisa menahan rasa sedihku.
Sepulang dari makam Mama,Papa mengajak aku,Gasya,dan Nania untuk tinggal bersamanya.Ternyata kedua adikke setuju karena mereka sangat manaj dengan Papa.Tapi bagiku rasanya berat pergi meninggalkan kehidupan jalanan.Aku udah enjoy hidup di jalanan ini.
    “Ngga,kata bokap lu itu bener.Loe tinggal aja ama keluarga baru loe.Loe lanjutin lagi sekolah loe.Hidup loe masih panjang.Kalo loe kangen sama gue dan temen-temen lain,loe kan bisa main-main ke sini.”ucap Riko menasehatiku.Dia memang sahabat terbaikku.
                                                                    ***
Malam harinya aku dan kedua adikku bersiap-siap untuk pindah dan tinggal di tengah-tengah suasana rumah yang indah.
Tak lama,Papa datang menjemput kami.Ini say yang paling mengharukan.Ketika aku harus mengucapkan selamat tinggal pada teman-teman dan kehidupan jalanan
Ternyata Nia dan Mamanya juga datang menjemput kami.Mamanya Nia adalah orang yang baik,dia respect dengan aku dan adik-adikku.
    “Rangga,besok kamu siap-siap ke produser rekaman ya!”ucap Papa sambil tersenyum padaku.
Ternyata Nia yang meminta Papa untuk membawaku ke produser rekaman.Nia yang menceritakan pada Papa tentang hobiku menyanyi dan menulis lagu.
Aku tersenyum bahagia.Seakan hidupku kembali seeprti dulu lagi.Dan saat aku teringat akan Mama,aku mengerti,mungkin iniyang terbaik untuk Mama.Semoga Mama bahagia di surga sana.Mama juga pernah berpesan kepadaku agar aku tidak menyimpan dendam kepada Papa sekalipun dulu Papa telah menyia-nyiakan kami.
Tapi,ada satu yang ku lupakan.
     “Nia,kita…”
     “Iya Rangga.Sekarang kamu udah jadi kakak aku.Aku seneng lho bisa punya kakak kaya’kamu!”jawab Nia seakan telah mengerti seeblum aku menjelaskan padanya.
Sekarang Nia telah menjadi adik tiriku.Aku nggak boleh hancurin kebahagiaan ini dengan sifat egois ku.Aku memang sayang sama Nia.Tapi sekarang,rasa sayang itu cukuplah sebatas rasa sayang antara adik dan kakak.Takdir telah membuat Papaku menikahi Mamanya.Tak mungkin aku menodai kebahgiaan itu.Tentang perasaanku ke Nia,biarlah waktu yang menjawab semuanya.Dan akupun takkan melupakan atau mneghapusnya.Nia lah orang pertama yang membuatku mengerti betaap indah di cintai.
                                                               THE END

Parlementary Debating

Diposting oleh Unknown di 07.59 0 komentar
Peraturan Lomba Debat Bahasa Inggris
Antar Universitas di Indonesia
Sistem Parlementer Inggris
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Disusun oleh: Iswahyudi Soenarto
Berdasarkan Peraturan World University Debating Championship

Bagian 1—Pendahuluan

1.1.  Format Debat

1.1.1.      Satu debat terdiri atas empat tim yang masing-masing beranggota dua orang (yang disebut sebagai “members”), seorang moderator (yang disebut “Speaker of the House”) dan dewan Adjudicator yang terdiri atas 3 atau 5 orang.

1.1.2. Empat tim tersebut terdiri atas anggota-anggota sebagai berikut:
            Opening Government:
            “Prime Minister” atau “First Government member” dan
            “Deputy Prime Minister” atau “Second Government member”;
            Opening Position:
            “Leader of the Opposition” atau “First Opposition member” dan
“Deputy Leader of the Opposition” atau “Second Opposition member”;
Closing Government:
“Member of the Government” atau “Third Government member” dan
“Government Whip” atau “Fourth Government member”;
Closing Opposition:
“Member of the Opposition” atau “Opposition member” dan
“Opposition Whip” atau “Fourth Opposition member”.

1.1.3. Para anggota akan menyampaikan pidato mereke dengan urutan sebagai berikut:
            (1) Prime Minister;
            (2) Opposition Leader;
            (3) Deputy Prime Minister;
            (4) Deputy Opposition Leader;
            (5) Member for the Government;
(6) Member for the Opposition;
            (7) Government Whip;
            (8) Opposition Whip.

1.1.4. Panjang pidato masing-masing anggota adalah tujuh menit. Mereka juga harus mengajukan pertanyaan (points of information) ketika anggota Tim lawan sedang menyampaikan pidatonya.




1.2.  Topik (motion)

1.2.1.      Motion harus dituliskan secara jelas dan tidak ambigu.

1.2.2. Motion harus mencerminkan bahwa Lomba Debat antar Universitas di Indonesia adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional, yang pemenangnya dipersiapkan untuk mengikuti World Universities Debating Championship.


1.3.      Persiapan

1.3.1        Debat dimulai setelah 15 menit case building.

1.3.2        Semua tim harus sudah berada di tempat Debat lima menit sebelum Debat dimulai.


1.3.3        Para anggota diperkenankan mengunakan materi yang berupa cetakan seperti buku, jurnal, koran, majalah, selama persiapan (case building). Penggunaan alat elektronik (laptop, handphone, video tape, kalkulator, dll) tidak diperkenankan baik selama persiapan maupun ketika debat berlangsung.

1.4.         Points of Information ( PoI)
1.4.1        PoI boleh diajukan kepada anggota yang sedang berpidato antara menit pertama hingga menit keenam pidato (yang panjangnya tuju menit).
1.4.2        Untuk mengajukan PoI, seorang angota harus berdiri, mengangkat satu tangan ke atas sementara tangan yang lain dijulurkan kea rah anggota yang sedang berpidato. Anggota yang mengajukan PoI kemudian menyatakan bahwa ia ingin meminta “Point of Information” atau istilah lain yang bermakna sama.
1.4.3        Anggota yang sedang berpidato boleh menerima atau menolak PoI tersebut..
1.4.4        Pengajuan PoI tidak boleh lebih dari15 detik.
1.4.5        Anggota yang sedang berpidato boleh meminta agar angota yang mengajukan PoI duduk, jika sudah dapat terdengar dengan jelas dan dapat dipahami.
1.4.6        Para anggota harus berusaha untuk menjawab paling sedikit dua PoI selama pidato mereka. Sebaliknya, mereka juga harus mengajukan PoI ketika Tim lawan sedang berpidato.
1.4.7        PoI harus dinilai sesuai dengan butir 3.3.4 dari peraturan ini.
1.4.8        Pengajuan PoI tidak berdasarkan urutan dan tidak membedakan anggota.

1.5.         Pengaturan Waktu Pidato
1.5.1        Lama pidatountuk masing-masing anggota adalah tujuh menit (yang akan ditandai dengan dua pukulan ke meja oleh Moderator). Pidato yang lebih lama dari tujuh menit lima belas detik akan mengurangi nilai.
1.5.2        PoI hanya boleh diajukan setelah menit pertama dan sebelum menit ke tujuh pidato (yang masing-masing akan ditandai dengan satu pukulan ke meja oleh Moderator).
1.5.3        Pencatatan waktu pidato adalah tanggung jawab Moderator (Speaker of the House).
1.5.4        Jika Moderator tidakada, Keta Adjudicator bertanggung jawab atas pencatatan waktu pidato.

1.6.         Peniliaan (adjudication)
1.6.1        Pada babak penyisihan, debat harus dinilai olh panel yang paling sedikit terdiri atas tiga orang adjudicator.
1.6.2        Pada babak perempat final, semi final dan final debat harus dinilai oleh panel yang paling sedikit terdiri atas lima orang ajudicator, yang diketuai oleh adjudicator nasionl yang ditunjuk oleh Diretorat Jenderal pendidikan Tinggi.
1.6.3        Setelah Debat selesai para adjudicator  harus bersidang dan menilai semua Tim dengan memberi perignkat pertama hingga terakhir (lihat Bagian 5; Penjurian)
1.6.4        Setelah babak penyisihan selesai, adjudicator harus menyampaikan penjelasan atas peilaian mereka. Penjelasan ini harus disampaikan esuai dengan butir 5.5 dari peraturan ini.
Bagian 2-Definisi
2.1.            Definisi
2.1.1.      Definisi harus menyebutkan  perihal yang akan diperdebtkan yang timbul dari motion dan menjelaskan pengertian berbagai istilah di dalam motion yang membutuhkan interpretasi.
2.1.2.      Prime Minister harus memberikan definisi tersebut pada awal pidatonya.
2.1.3.      Definisi tersebut harus:
a.      mempunyai kaitan yang jelas dan logis dengan motion- ini berarti bahwa orang    awam yang logis dapat menerima kaitan antara motion dengan defines yang dibuat oleh anggota debat (definisi yang tidak mempunyai kaitan logis sering disebut sebagai “squirrel”);
b.      tidak mengambang (not self-proving)-sebuah definisi dianggap mengambang ketika tidak ada kejelasan apakah permasalahan yang dibicarakan harus atau tidak harus dilakukan dan tidak ada rebuttal yang masuk akal. Sebuah definisi juga mungkin dianggap menagambang ketika tidak ada dan tidak ada rebuttal yang masuk akal (definisi seperti ini sering disebut sebagai “truisms”)
c.       Tidak merekayasa latar-waktu-ini berarti bahwa debat harus beralatar waktu masa kini dan definisi yang dibuat tidak boleh mengambil latar waktu di masa lampau atau masa depan.
d.      Tidak merekayasa latar tempat secara tidak adil-ini berarti bahwa definisi yang dibuat tidak boleh mempersempit cakupan debat ke wilayah geografis atau politik tertentu yang secra logis tidak diketahui oleh seorang peserta debat.

2.2              Menyaakan keberatan atas sebuah definisi (Challenging the definition)
2.2.1        Leader of the Opposition boleh memprotes sebuah definisi jika definisi tersebut melanggar butir 2.1.3 dari peraturan ini. Leader of the Opposition harus secara jelas menyatakan keberatannya atas definisi tersbut.
2.2.2        Leader of the Opposition harus memberikan sebuah definisi alternative setelah menyatakan keberatannya atas definisi yang dibuat oleh Prime Minister.


2.3              Menilai keberatan atas sebuah definisi
2.3.1        para adjudicator harus menentukan apakah sebuah definisi memang “tidak masuk akal’ jika demikian tersebut melanggar butir 2.1.3 dari peraturan ini.
2.3.2        Kewajiban untuk membuktikan bahwa definisi yang dipersoalkan memang tidak masuk akal ada pada para angota debat yang menilai bahwa definisi tersebut tidak masuk akal.
2.3.3        Jika sebuah definisi tidak masuk akal, pihak oposisi harus memberikan sebuah definisi alternative yang dapat diterima oleh para adjudicator.
2.3.4        Jika definisi yang diberikan oleh Opening Government tidak masuk akal dan sebuah definisi alternative oleh Opening Opposition, Closing Government boleh mulai membahas matter yang tidak berkaitan dengan matter yang dikemukakan oleh Opening Government, tapi berkaitan dengan definisi yang diberikan oleh Opening Opposition.
2.3.5        Jika Opening Opposition telah memberikan sebuah definisi yang juga tidak masuk akal, Closing Government boleh mengajukan keberatan atas definisi tersbut dan memberikan sebuah definisi alternative lain.
2.3.6        Jika Closing Government juga telah memberikan sebuah definisi yang tidak masuk akal (seperti halnya definsi-definsii dari Opening Government dan Oppening Opposition), Closing Opposition boleh mengajukan keberatan atas definisi tersebut dan memberikan sebuah definisi alternative lain.

Bagian 3- Matter      
3.1.      Definis matter
3.1.1.   Matter adalah isi pidato, argumen-argumen yang digunakan oleh seorang anggota debat untuk membahas permasalahan dan meyakinkan penonton.
3.1.2.   Matter mencakup argument dan penjelasan logis, contoh, studi kasus, fakta dan materi-materi lain yang memungkinkan berlangsungnya pembahasan masalah.
3.1.3    Matter  mencakup materi-materi positif (atau substantive) dan rebuttal (argume-argumen yang khusus ditujukan untuk melawan argument-argumen tim lawan). Pengajuan PoI termasuk dalam matter.


3.2       Unsur-unsur matter
3.2.1.   Matter harus relevan, logis, dan konsisten.
3.2.2.   Matter harus relevan, berarti harus berkaitan erat dengan perihal yang diperdebatkan. Materi-materi positif harus mendukung kasus yang sedang diangkat dan rebuttal harus melawan materi yang dikemukan oleh tim lawan. Para anggota harus mementingkan dan mebagi waktu untuk isu-isu perdebatan yang dinamis.
3.2.3.   Matter harus logis. Argumen-argumen harus dibangun secara logis agar jelas dan masuk akal dan meyakinkan. Kesimpulan dari seluruh argument harus mendukung kasus yang dikemukakan oleh angota yang bersangkutan
3.2.4    Matter harus konsisten. Seluruh angota harus memastikan konsistensimatter yang mereka kemukakan dalam pidato mereka, tim mereka dan anggota-anggota debat debat lain yang berada di pihak mereka (dengan empertimbangkan butir 2.3.4, 2.3.5 atau 2.3.6 dari peraturan ini).
3.2.5    Semua anggota harus mengemukakan matter yang positif (kecuali dua anggota debat terakhir) dan semua anggota harus menyampaikan rebuttal (kecuali anggota debat yang pertama). Government Whip boleh memilih untuk menyampaikan matter yang positif.
3.2.6    Semua anggota harus berusaha untuk menjawab sedikitnya dua PoI selama pidato mereka dan mengajukan selama pidato tim lawan.

3.3       Menilai matter
3.3.1.   Matter yang dikemukakan harus bersifat persuasive. ‘ Semua unsure matter’ harus mempermudah adjudicator untuk menilai tingkat persuasi dan kredibilitas matter yang dikemukakan.
3.3.2    Matter harus dinilai berdasarkan sudut pandang orang kebanyakan yang masuk akal. Para adjudicator harus menganalisis matter yang dikemukakan dan menilai tingkat persuasinya, dengan mengabaikan pengetahuan seorang ahli yang mungkin mereka miliki tentang permasalahan yang diperdebatkan.
3.3.3.   Para adjudicator  tidak boleh membuat penilaian berdasarkan prasangka. Semua angota debat tidak boleh diskriminasi berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, warna kulit, preferensi seksual, usia, status sosial atatu cacat tubuh.
3.3.4.   PoI harus dinilai berdasarkan damapaknya terhadap tingkat persuasi kasus yang dikemukakan baik oleh anggota yang mengajukan  PoI maupun anggota yang menjawab.
Bagian 4-Manner
4.1              Definisi manner
4.2.1        Unsur-unsur gaya mencakup kontak mata, modulasi suara, gerak tangan, bahasa, pengunaan catatan dan unsur-unsur lain yang dapat mempengaruhi tingkat efektifitas pidato seorang anggota debat.
4.2.2        Kontak mata biasanya dapat membantu seorang anggota untuk merebut simpati penonton karena akan membuat anggota tersebut terlihat lebih tulus.
4.2.3        Modulasi suara biasanya dapat membantu seorang anggota untuk merebut simpati penonton pada saat ia membuat penekanan pada argument-argumen penting dan menjaga perhatian penonton. Modulasi suara mencakup tekanan, nada dan volume suara anggota tersebut dan juga penggunaan pause.
4.2.4        Gerak tangan (gesture) biasanya dapat membantu seorang anggota untuk membuat penekanan pada argument-argumen penting. Akan tetapi, pengunaan gerak tangan yang berlebihan justru dapat menganggu dan mengurangi tingkat perhatian penonton terhadap argument-argumen tersebut.
4.2.5        Bahasa yang digunakan harus jelas dan tidak bertele-tele. Nilai argument seorang angota debat yang menggunakan bahasa yang terlalu berlebihan atau membingungkan dapat berkurang jika ia kehilangan perhatian penonton.
4.2.6        Anggota diperbolehkan untuk membuat catatan, namun sebaliknya tidak terlalu bergantung pada catatanya dan kurang memperhatikan unsure-unsur manner yang lain.
4.3.      Unsur-unsur Struktur
4.3.1.   Struktur terdiri atas struktur pidato anggota debat dan struktur pidato tim secara keseluruhan.
4.3.2.   Matter yang dikemukakan oleh setiap anggota harus terstruktur. Anggota yang bersangkutan harus menyusun matter-nya sedemikian rupa hingga dapat meningkatkan efektifitas pidatonya. Secara substantive pidato setiap anggota harus:
a. menggunakan pendekatan yang konsisten terhadap permasalahan yang sedang  diperdebatkan;
            b. menyampikan matter positif jika timnya menyamaikan matter positif;
            c. mencakup; pendahuluan, keimpulan dan serangkaian argumen.
d. tertib waktu sesuai dengan batasan waktu dan prioritas yang ingin disampaikan dan memberi porsi waktu yang cukup untuk menyampaikan matter.
4.3.3.   Matter yang dikemukakan oleh tim secara keseluruhan harus terstruktur. tim tersebut harus menyusun matter sedemikian rupa hingga dapat meningkatka efektivitas pidaro mereka. tim harus:
a)      menggunakan pendekatan yang konsisten terhadap permasalahan yang sedang diperdebatkan;
b)      mengalokasikan matter positif kepada setiap anggota jika semua menyampaikan matter positif;
c)      mencakup pendahuluan, kesimpulan, dan serangkaian argumen;
d)     tertib waktu sesuai dengan batasan waktu dan prioritas yang ingin disampaikan dan memberi porsi waktu ynag cukup untuk menyampaikan matter;
4.4.      Menilai manner
4.4.1.   Para adjudicator harus menilai semua unsur manner secara bersama-sama untuk menentukan tingkat efektivitas pidato seorang anggota. Para adjudicator harus menilai apakah cara yang digunakan oleh seorang anggota debat memperkuat atau justru memperlemah pidato mereka.
4.4.2.   Para adjudicator harus menyadari bahwa banyak gaya yang layak dilakukan, dan bahwa merka tidak boleh mendiskriminasi seorang anggota debat karena gaya yang dianggap tidak layak untuk debat parlementer di daerah asal mereka.
4.4.3.   Para adjudicator tidak boleh membuat penilaian berdaasrkan prasangka. semua anggota debat tidak boleh diskriminasi berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, warna kulit, preferensi seksual, usia, status sosial atau cacat tubuh.
Bagian 5— Penjurian
5.1.      Peran adjudicator
5.1.1.   Semua adjidicator harus :
a)      merundingkan dan mendiskusikan debat yang dinilai dengan adjudicator lain;
b)      menentukan ranking semua tim;
c)      menentukan nilai tim yang berdebat;
d)     menentukan nilai anggota debat;
e)      menyampaikan penjelasan penjurioan kepada para anggota, dan ;
f)       melengkapi semua dokumenatsi yang diperlukan;
5.1.2.   Sidang penjurian harus berusaha untuk mencapai kesepakatan mengenai penilaian debat. oleh karena itu, semua adjudicator harus bersidang dengan semangat kerjasama dan saling menghormati satu sama lain.
5.1.3.   Semua adjudicator harus memahami bahwa masing-masing adjudicator memiliki pendapat yang berbeda atau bertentangan dengan pendapat adjudicator lain. oleh karena itu, para adjudicator harus berusaha untuk mendasari penilaian mereka pada peraturan ini untuk memperkecil subjektivitas dan memberikan pendrkatan yang konsisten dalam menilai debat.
5.2.      Menentukan ranking tim
5.2.1    Semua tim yang mengikuti debat harus diranking dari ranking pertama hingga ranking terakhir. Tim yang menempati ranking pertama diberi nilai 3, tim yang menempati ranking kedua diberi nilai 2, tim yang menempati ranking ketiga diberi nilai 1, tim yang menempati ranking keempat diberi nilai 0.
5.2.2.   Tim dapat memperoleh nilai 0 jika mereka tidak dapat hadir di tempat yang ditentukan selambat-lambatnya setelah waktu yang ditentukan.
5.2.3.   Tim dapat memperoleh nilai 0 jika semua adjudicator sepakat bahwa salah satu (atau lebih) anggotanya telah melecehkan anggota lain dengan menyinggung masalah agama, jenis kelamin, ras, warna kulit, daerah asal, preferensi seksual atau cacat tubuh.
5.2.4.   Para adjudicator harus bersidang menentukan ranking tim. jika kesepakatan tidak dapat diperoleh lewat musyawarah, keputusan mayoritas akan digunakan untuk menentukan ranking. jika keputusan mayoritas juga tidak dapat diperoleh, ketua dewan adjudicator berhak untuk menentukan ranking.
5.3.      Menilai dan memberi angka tim
5.3.1.   Sidang adjudicator harus mencapai kesepakatan tentang nilai yang diberikan kepada setiap tim. kemudian masing-masing adjudicator akan memberi angka tiap-tiap tim secara sendiri-sendiri sesuai skala penilaian yang sudah disepakati. jika ada anggota adjudicator yang melenceng dari nilai yang sudah disepakati, anggota tidak harus menyesuaikan nilainya dan boleh melengkapi angka penilaiannya sendiri.
5.3.2.   Nilai dan angka tim harus diberikan dengan interpretasi sebagai berikut
Nilai
Angka
Penjelasan
A.
90-100
Excellent to flawless. standar pidato yang layak bagi Pembicara yang bertanding di babak semi final/final.pembicara ini mempunyai banyak kekuatan dan sedikit, jika ada, kelemahan.  
B.
80-89
Above avarage to very good. standar yang layak dilihat atau menuju final. Pembicara ini mempunyai kekuatan yang jelas dan beberapa kelemahan yang tidak mencolok.
C.
70-79
Avarage. Pembicara ini mempunyai kekuatan dan kekurangan yang kurang lebih seimbang.
D.
60-69
Poor to below avarage. Pembicara ini jelas mempunyai masalah dan sedikit kekuatan.
E.
50-59
Very poor. Pembicara ini mempunyai kelemahan fundamental dan sangat sedikit, jika ada, kekuatan.

5.4.      Menilai anggota tim debat
5.4.1.   Setelah adjudicator menyepakati nilai yang akan diberikan kepada tiap tim, masing-masing adjudicator akan memberi angka penilaian individual bagi tiap-tiap anggota, dengan catatan angka penilaian tim secara keseluruhan masih dalam cakupan nilai yang disepakati untuk tim tersebut
5.4.2.   Angka penilaian individua harus diberikan dengan interpretasi sebagai berikut 
Nilai
Angka
Penjelasan
A.
90-100
Excellent to flawless. standar pidato yang layak bagi Pembicara yang bertanding di babak semi final/final.pembicara ini mempunyai banyak kekuatan dan sedikit, jika ada, kelemahan.  
B.
80-89
Above avarage to very good. standar yang layak dilihat atau menuju final. Pembicara ini mempunyai kekuatan yang jelas dan beberapa kelemahan yang tidak mencolok.
C.
70-79
Avarage. Pembicara ini mempunyai kekuatan dan kekurangan yang kurang lebih seimbang.
D.
60-69
Poor to below avarage. Pembicara ini jelas mempunyai masalah dan sedikit kekuatan.
E.
50-59
Very poor. Pembicara ini mempunyai kelemahan fundamental dan sangat sedikit, jika ada, kekuatan.

5.5.      Penjelasan penilaian.
5.5.1.   Diakhir kompetisi ketua adjudicator harus menyampaikan penjelasan penilaian debat. 
5.5.2.   Penilaian harus disampaikan oleh ketua adjudicator, atau jika berhalangan, oleh seorang anggota adjudicator yang ditunjuk oleh ketua.
5.5.3.   Penjelasan penilaian debat harus:
a)      menyatakan urutan ranking semua tim debat;
b)      menjelaskan alasan penentuan ranking tersebut dengan menjamin bahwa semua tim dinilai sesuai dengan alasan yang dijelaskan;
c)      memberikan komentar-komentar yang membangun kepada anggota-anggota individual jika ketua adjudicator menganggap perlu.
5.5.4.   Penyampaian penilaian tidak boleh lebih lama dari 10 menit
5.5.5.   Anggota debat boleh mendekati seorang adjudicator untuk meminta penjelasan lebih lanjut setelah penjelasan penilaian disampaikan selama dilakukan dengan sopan dan konfrontatif.   



 

duuma"s happy thinking Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review